Home Berita Seputar Masalah Doa Qunut Subuh, Witir dan Nazilah

Seputar Masalah Doa Qunut Subuh, Witir dan Nazilah

0
Seputar Masalah Doa Qunut Subuh, Witir dan Nazilah

 

Dalam kitab Fathul Qorib, qunut secara bahasa memiliki arti “doa”. Jadi, kalau ada tambahan ‘doa qunut’, sepertinya pemborosan kata. Kalau secara istilah syara, qunut adalah dzikir (susunan dan waktu berdoanya) yang dikhususkan.

Agar lebih memudahkan pembahasan, di sini menggunakan akan menggunakan kata “doa qunut”.

Pada dasarnya, doa atau dzikir qunut tidak ditentukan. Artinya, doa qunut subuh bisa diganti dengan ayat-ayat qur’an dengan tetap sebagai qunut. Sebagai orang awam, masih bisa menjalakan qunut dengan doa-doa yang cukup terkenal.

1. Doa Qunut Subuh

Bila setiap hari membaca doa di dalam solat setelah bangun dari ruku, ini hanya dilakukan pada solat subuh. Di solat selain subuh tidak ada doa qunut. Karena itu, mucul kata ‘doa qunut subuh’ karena sudah melekat mendarah daging setiap hari.

Hukum membaca doa qunut dalam solat subuh adalah sunnah. Namun sunahannya dianggap penting dilakukan. Jadi, dalam kitab Fathul Qorib, sunnah yang dipentingkan ada dua yaitu tahiyat awal dan doa qunut subuh.

Ketika lupa membaca qunut, bahkan disunnahkan untuk sujud syahawi.

Dalil doa qunut subuh berasal dari hadis riwayat Imam Muslim yakni dari Muhammad Bin Sirin yang waktu itu bertanya pada Anas Bis Malik. Ia menanyakan, “Apakah Rasulullah qunut saat salat Subuh?” Anas menjawab “Ya, setelah ruku, sedikit”.

Salah satu dalil tersebut yang memicu munculnya tradisi qunut di salat subuh. Terbukti Imam Nawawi sampai membuat pernyataan bahwa membaca doa qunut subuh memang sudah menjadi pendapat mayoritas ulama salaf dan generasi setelahnya. Artinya, tradisi membaca doa qunut subuh sudah semenjak generasi salaf.

Bacaan doa qunut subuh:

Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit.

 

Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

2. Doa Qunut di Solat Witir

Tradisi di Indonesia biasanya memakai doa qunut di solat witir tepat pada akhir rakaatnya. Jadi, pengerjaan witir dilakukan di satu rokaat solat witirnya.

Tentunya, masing-masing imam madzhab memiliki caranya sendiri dalam waktu pengerjaannya.

Madzhab Imam Syafii seperti yang sering kita lakukan, qunut witir setelah 15 hari puasa ramadhan, di akhir rakaat.

Sedangkan Madzhab Abu Hanifah, qunut witir dilakuakan setiap menjalankan witir. Sepertinya, tidak hanya di bulan Ramadhan. Cara melakukannya, doa qunut diucapkan sebelum mau ruku.

Namun, madzhab Imam Malik, qunut witir tidak dihukumi sunnah.

Dalil mengenai qunut dalam witir hadir setelah era sahabat. Jadi, zaman Rasulullah SAW belum ada qunut dalam solat witir di bulan Ramadhan. Lebih tepatnya, ketika sahabat Umar bin Thattab mengumpulkan untuk salat tarawih dan melakukan qunut pada solat witir di pertengahan bulan Ramadhan. (Tebuireng.online)

Bacaan qunut witir sendiri sama dengan qunut subuh. Anda bisa melihat doa qunut subuh di atas.

3. Doa Qunut Nazilah

Qunut nazilah adalah doa khusus ketika peristiwa alam yang membahayakan terjadi. Bisa dikatakan, di era pandemi ini waktu terbaik untuk melaksanakan qunut nazilah. Rasulullah pernah qunut untuk menghancurkan kaum tertentu karena sudah menghancurkan banyak penjuang Islam karena ulah penghianat.

Salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, yakni dari Anas Bin Malik bahwa Rasullullah pernah berqunut selama sebulan penuh ketika mendoakan keburukan suku Ri’lan, Dzakwan dan Ushayah yang sudah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.

Namun, bila ingin menerapkan qunut nazilah, harus disesuaikan dengan target yang didoakannya. Kalau ingin berdoa qunut di era pandemi seperti ini,  tentunya, bisa mengambil doa penolak bala yang diajarkan Nabi SAW, ulama atau lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here