Home Berita Peer to Peer Lending, Solusi Investasi di Kala Pandemi

Peer to Peer Lending, Solusi Investasi di Kala Pandemi

0
Peer to Peer Lending, Solusi Investasi di Kala Pandemi

Meskipun sebisa mungkin kita ingin menghindari berhutang dan mengambil pinjaman, namun ada kalanya muncul berbagai kebutuhan mendesak yang tidak cukup dibiayai dengan dana pribadi. Kalau sudah begitu, mencari pinjaman dana adalah jalan keluar yang dianggap menjadi solusi. Kini ada berbagai cara dan lembaga yang menyediakan pinjaman, salah satunya adalah Peer to Peer lending yang akan diulas lebih lanjut pada pembahasan kali ini.

Apa Itu Peer to Peer Lending?

Peer to Peer Lending (P2P) memang terbilang masih baru di Indonesia dibanding jenis lembaga keuangan lainnya, namun pertumbuhannya kian marak saja. Jika Anda sudah familiar dengan marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli barang secara online, P2P bisa dikategorikan juga sebagai marketplace dengan fokus yang berbeda. Pemahaman sederhananya, P2P adalah marketplace yang memberikan sarana atau wadah bagi pemberi pinjaman dan peminjam untuk dapat memberi pinjaman dan meminjam uang secara online. P2P lending investasi juga disebut sebagai finance technology atau fintech karena mengusung konsep teknologi online dan e-commerce yang semakin marak di masyarakat.

Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer Lending

Sebagai platform yang terbilang baru dalam dunia kredit dan keuangan, tentunya P2P juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan yang dimiliki oleh P2P:

1. Bunga Bersaing

Peer to peer lending Indonesia terbaik menawarkan bunga bersaing yang memberikan keuntungan baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman. Suku bunga yang ditetapkan dalam P2P lebih kecil dibandingkan pinjaman bank sehingga membuat peminjam lebih ringan beban cicilannya. Sedangkan dari sudut investasi, bunga yang didapat dari pemberian pinjaman dalam P2P lebih besar dibanding hanya menyimpan dana sebagai deposito di bank, yang mana tentunya hal ini memberikan keuntungan bagi pemberi pinjaman.

2. Proses Mudah dan Cepat

Proses pemberian dan pengajuan pinjaman melalui P2P relatif lebih mudah dan cepat dibanding pinjaman pada lembaga keuangan konvensional karena menggunakan sistem online. Jika ajuan pinjaman sudah disetujui oleh perusahaan P2P dan pemberi pinjaman, peminjam sudah dapat mencairkan dananya dalam waktu sekitar 3-4 hari. Sedangkan bagi pemberi pinjaman sendiri bisa mendapatkan dananya kembali, berikut bunga tentunya, dalam kurung waktu sekitar 24 bulan yang merupakan batas maksimal plafon yang biasa diberikan oleh perusahaan P2P. Jangka waktu ini tentu lebih cepat untuk balik modal dan mendapatkan keuntungan dibanding menyimpan investasi berupa deposito di bank.

3. Tercatat dalam Aturan Hukum

Praktek dan jasa fintech P2P telah diatur dalam hukum secara resmi oleh OJK, yang tertuang pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). Peraturan ini memuat sejumlah hal yang harus dipenuhi oleh para pihak yang terkait dalam P2P, mulai dari perusahaan penyelenggara, pemberi pinjaman, hingga peminjam. Aturan hukum ini tentunya memberikan keamanan dan perlindungan bagi pihak-pihak yang tergabung dalam praktek platform P2P.

4. Bisa Diambil Oleh Pemilik Riwayat Kredit Buruk

Kelebihan lainnya dari peer to peer lending syariah Indonesia adalah pinjaman ini bisa diambil oleh orang yang pernah memiliki riwayat kredit buruk, dimana biasanya bank dan lembaga keuangan lainnya cenderung sulit memberikan kreditnya pada orang tersebut. Selama peminjam bisa menjelaskan dengan baik apa alasan terjadinya kredit buruk saat itu dan bagaimana keadaan keuangannya sekarang, pinjaman bisa saja disetujui oleh perusahaan P2P maupun pemberi pinjaman. Namun perlu diingat bahwa calon peminjam yang memiliki riwayat kredit buruk biasanya akan dikenakan bunga yang lebih tinggi dibanding calon peminjam lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here